LuLu Hypermarket yang Diresmikan Jokowi Dikabarkan Akan Tutup
https://leadnepal.com/ JAKARTA, – LuLu Hypermarket, pasar swalayan yang pertama kali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Mei 2016 di Cakung, Jakarta Timur, kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Baru-baru ini, sejumlah warganet mengungkapkan bahwa beberapa gerai LuLu Hypermarket yang berada di wilayah Jabodetabek terindikasi akan tutup. Hal ini diketahui setelah munculnya tanda-tanda seperti rak yang mulai kosong dan digelarnya diskon besar-besaran di sejumlah gerai swalayan asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut.
Kabar Tutupnya LuLu Hypermarket di Jabodetabek
Seorang pengguna media sosial X, @dia*, pada 2 Maret 2025, menceritakan pengalamannya saat mengunjungi LuLu Hypermarket di QBIG BSD City, Tangerang. Menurutnya, kondisi swalayan tersebut hampir kosong dan segala barang dijual dengan diskon besar.
“kemarin ke lulu dah hampir kosong… cuma ngabisin stok dan semuanya diskon ???????????????????????? LITERALLY TEMPAT SENDAL SEPATU KOSONGGG BOLONG…. SEMUANYA DI DISKON DI BAGIAN DEKET PINTU MASUK SUPERMARKET NYA…..,” ungkapnya dalam postingannya, dikutip Kamis (3/4/2025).
Pengguna lainnya, @in*, juga melaporkan bahwa LuLu Hypermarket di Cakung, Jakarta Timur turut mengarah pada penutupan.
“Padahal di lulu doang enak cari kurma. Lengkap banyak pilihan. Lulu cabang cakung juga mau tutup,” tulisnya.
Sejarah dan Perkembangan LuLu Hypermarket di Indonesia
LuLu Hypermarket merupakan salah satu jaringan swalayan yang memiliki setidaknya enam gerai di Indonesia, termasuk di Bekasi, Depok, Tangerang, dan Jakarta. Gerai pertama yang dibuka di Cakung, Jakarta Timur, pada 31 Mei 2016, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya produk-produk Indonesia yang dipasarkan melalui jaringan ini.
Saat itu, Jokowi juga menyatakan bahwa banyak produk Indonesia, terutama hasil pertanian, sudah diekspor melalui outlet LuLu Hypermarket. “Ada 165 outlet yang tersebar di Asia dan Timur Tengah, dan tahun 2014 lalu sudah mengekspor produk Indonesia lebih dari 50,2 juta dollar AS,” ujar Jokowi saat itu.
Meskipun demikian, setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, Jokowi kembali mengunjungi LuLu Hypermarket di Abu Dhabi pada Februari 2025. Ia berharap produk-produk Indonesia, terutama alpukat, dapat berkontribusi lebih besar di pasar internasional.
Reaksi Konsumen Terhadap Isu Penutupan
Kabar mengenai kemungkinan penutupan beberapa cabang LuLu Hypermarket di Jabodetabek memicu berbagai reaksi dari konsumen. Salah satunya, Dessy Saputri (33), yang sering berkunjung ke LuLu Hypermarket di Vivo Mall, Bogor, mengungkapkan rasa kekecewaannya. Meskipun sering membeli produk kuliner khas Timur Tengah dan pastry di swalayan tersebut, ia jarang berbelanja kebutuhan bulanan karena harga yang dianggap lebih tinggi dibandingkan swalayan lainnya.
“Masyarakat kan mau kaya atau enggak suka barang yang lebih murah. Padahal, LuLu sebenarnya nyaman lho tempatnya, luas juga,” ujar Dessy.
Sementara itu, Rudi (24), warga Cakung, Jakarta Timur, juga mengungkapkan bahwa meskipun sering mampir untuk membeli makanan siap saji di LuLu, ia jarang berbelanja kebutuhan lainnya karena harga yang lebih tinggi dibandingkan swalayan lain. “Kalau harga barang kebutuhan bulanan lumayanlah. Kalau dibandingin swalayan lain kan lumayan harga di sana,” katanya.
Akses ke Gerai LuLu Hypermarket di Bekasi
Ahmad (45), seorang warga Bekasi, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya belum sempat berbelanja di LuLu Hypermarket setempat meski sudah beroperasi cukup lama. Hal ini disebabkan oleh masalah akses lalu lintas yang cukup sulit dijangkau.
“Aksesnya enggak acceptable. Jalur lalu lintasnya,” kata Ahmad, yang merasa tidak heran jika LuLu kurang ramai dibandingkan toko lainnya di Bekasi.
Post Comment